Madrasah Aliyah Nurussyahid (MANUSA) adalah Sekolah Menengah Atas Setingkat SMA/SMK, Yang berdiri 2013 dengan Unggulan Magang dan Mahir Bahasa Jepang


Niat yang baik akan menghasilkan prasangka yang baik, Prasangka yang baik akan menghasilkan Aqidah yang baik dan Aqidah yang baik akan menghasilkan Akhir yang baik (Khusnul Khotimah). Hidup ini adalah Perjuangan, perjuangan perlu pengorbanan, pengorbanan perlu kecintaan, kecintaan perlu kesungguhan dalam Do'a dan Ikhtiar yang seimbang. kecintaan perlu keikhlasan dan keikhlasan perlu kesabaran, maka Allah berfirman Jadikan Sabar dan Sholat sebagai penolongmu melalui petunjuk sang Guru Mursyid.

2022/04/14

MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG MAKNA 3 HAL (SYARIAT, THORIQOH DAN HAKEKAT)

 

POHON BESAR YANG BERADA DI DEPAN MAQOM WALI KI BAGUSRANGIN RUBUH TERKENA TERPAAN ANGIN DAN HUJAN BESAR


MAKNA SYARIAT, THORIQOH DAN HAKEKAT

Dalam Saripati Dialektika Jiwa Bersama Tuan Kebijaksanaan menjelaskan sebagai berikut:

Ketika Orang-orang syariat melakukan perlawanan terhadap orang-orang Taswuf, maka hal itu sebetulnya sangat aneh dan seakan-akan tasawuf jauh dari syariat Allah. Pemisahan tasawuf dari syariat merupakan suatu kerusakan aqidah dan kemurtadan modern serta musibah yang amat dahsyat!

 

Padahal Syariat laksana pohon, sedangkan tasawuf laksana buahnya. Tidak ada buah tanpa pohon, tapi ada pohon tanpa buah.

"BARANGSIAPA TIDAK BERSYARI'AT, TIDAK BERHAKEKAT, TIDAK BERSIH, DAN TIDAK BERPRILAKU MULIA, MAKA IA BUKAN ANAKKU MESKIPUN ANAK KANDUNGKU SENDIRI" (DAWUH SYEIKH IBRAHIM AD-DASUQI RA)

 

Semua Wali Kutub telah mewasiatkan kepada murid-muridnya sebagaimana wasiat Syeikh Ibrahim Ad-dasuqi RA  di atas. Oleh karena itu, Ulama yang benar-benar Ulama adalah yang tidak memisahkan dan tidak membedakan antara syariat, thoriqoh dan Hakekat. maksudnya?

 

Ketika anda melihat seseorang dari jarak yang cukup jauh maka anda akan mengatakan bahwa "ia seorang manusia". ketika ia mulai mendekat maka anda mulai mengatakan" ia seorang laki-laki".  Selanjutnya, ketika jarak semakin dekat lagi maka anda akan mengatakan " ia adalah si A ". Nah coba perhatikan oleh anda " adakah perbedaan dan pertentangan antara manusia, laki-laki, dan si A ?

 

Maka sebagai suatu kesimpulan dari contoh di atas adalah, Manusia menempati Syari'at, Laki-laki menempati Thariqot. dan si A menempati Hakekat. Sangat jelaskan ?!

 

Segeralah memasuki Islam dengan Kaffah (Keseluruhan) yaitu (Islam, Iman dan Ihsan) (Syariat, Thoriqoh dan Hakekat) dengan bimbingan dari seorang Wali Mursid ( Wali Zaman). 

 

ISLAM, IMAN, DAN IHSAN

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Umar radhiallahu’anhu juga dia berkata: “Ketika kami duduk-duduk di sisi RasulullahShallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lutut beliau (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku tentang Islam?” Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh jalannya.” Kemudian dia berkata: “Kamu benar“. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “Beritahukanlah kepadaku tentang Iman“. Beliau bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Kemudian dia berkata: “Kamu benar.” Dia berkata lagi: “Beritahukan aku tentang ihsan.” Beliau bersabda: “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak mampu melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Kemudian dia berkata: “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya).” Beliau bersabda: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya” Dia berkata: “Beritahukan aku tentang tanda-tandanya.” Beliau bersabda: “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunan.” Kemudian orang itu berlalu dan aku (Umar) berdiam diri sebentar. Selanjutnya beliau (Rasulullah) bertanya: “Tahukah engkau siapa yang bertanya?” Aku berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (Riwayat Muslim)

Takhrijul Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim di awal-awal Kitab Al Iman, no. 8, At Tirmidzi dalam kitab Al Iman no. 2738, Abu Dawud dalam dalam Kitab As Sunnah, Bab Al Qadar no. 4695 dan An Nasaa’I dalam Kitab Al Iman, Bab Nat’ul Islam, VIII/97.

FOTO DI MAKQOM WALIALLAH KI BAGUSRANGIN DI DESA SUKAWANA KERTAJATI

Perjalanan Ki Bagusrangin dalam Perjuangan Raih Gelar Pahlawan Nasional

Share:

KEHINDAHAN ANGKA 3 (TIGA) YANG DIKEHENDAKI ALLAH, RASULULLAH DAN PARA SHOHABAT NABI SERTA MALAIKAT JIBRIL

 

Foto Masjid Al Jabbar Kertajati dan yang berdekatan dengan Hotel Horison Kertajati Desa Babakan

 

TIGA YANG DISUKAI OLEH ALLAH SAW

Dikatakan: Apabila Allah SWT menghendaki untuk menjadikan seseorang itu menjadi baik, maka:

1. Allah SWT memberikan pemahaman kepadanya didalam urusan Agama,

2. Allah SWT juga menjadikan sederhana dalam urusan dunia,

3. Allah, SWT memperlihatkan cacat (aib) dirinya.

 

TIGA YANG DISUKAI OLEH RASULULLAH SAW

Rasulullah SAW pernah bersabda: Ada tiga hal sangat aku senangi di dunia, yaitu:

1. Wangi-wangian,

2. Istri sholehah

3. Ketenangan saat sholat

 

Ketika itu, Beliau sedang duduk dengan para shahabat, Tiba-tiba Saidina Abu bakar RA berkata: Benar, Ya Rasulullah, aku pun juga menyukai terhadap tiga hal, yaitu: 

1. Senang melihat wajah rasulullah

2. Menafkahkan hartaku kepada Rasulullah SAW,

3. Aku senang putriku ada dibawah naungan Rrasulullah,

 

Saidina Umar Bin Khotob RA lantar berkata: Benar, Ya, Saidina Abu bakar, Aku pun senang terhadap tiga hal, yaitu:

1. Mengajak pada kebaikan, 

2. Melarang melakukan kemungkaran,

3. dan berpakaian jelek,

 

Saidina Usman RA pun lalu menyahut, benar wahai Saidina Umar RA, akupun menyukai tiga hal, yaitu:

1. Menyenangkan orang yang sedang lapar,

2. Memberi pakaian terhadap orang yang berpakaian compang- camping dan,

3. Membaca Al-Qur'an  

 

Kemudian Saidina Ali Karoma Allah Wajhah RA berkata: Benar, wahai saidina Usman RA, aku pun menyukai tiga hal, yaitu:

1. Melayani Tamu,

2. Puasa dimusim Panas

3. Memukul musuh dengan pedang.

Ketika mereka sedang berbincang-bincang, Malaikat Jibril AS datang dan berkata: Allah SWT telah mengutus aku ketika mendengar pembicaraan kalian, Allah memerintahkan kepada mu wahai Rasulullah, supaya kamu bertanya kepadaku tentang sesuatu yang aku cintai apabila aku menjadi penghuni dunia.'

 

lalu Rasulullah saw pun bertanya: " Wahai Malaikat Jibril, apa yang kamu cintai jika kamu menjadi penghuni dunia? ".

Malaikat Jibril menjawab: yaitu:

1. Memberikan petunjuk kepada orang yang sesaat,

2. Menemani orang yang taat  kepada Allah SWT,

3. Menolong kepada kepada keluarga yang fakir.

 

Lantas malaikat Jibril AS berkata: " Allah SWT, Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Agung , mencintai tiga hal pada diri hamba-Nya, yaitu: 

1. Mencurahkan segala kemampuan dalam berbakti kepada Allah 

2. Menangis karena telah berbuat maksiat, dan 

3. sabar dan menahan diri ketika ada kebutuhan.  

   

KEBANGGAN YANG RAPUH

Sebagian Ulama Ahli Hikmah mengatakan :

1. Barangsiapa berpegang teguh pada akalnya, niscaya ia akan sesat jalan hidupnya.

2. Barangsiapa yang membanggakan hartanya maka ia akan jatuh miskin, dan 

3. Barangsiapa yang merasa Mulia karena kekuatannya, maka ia akan jatuh hina.

Semoga hikmah ini menjadi pelajaran agar kita senantiasa mampu mengamalkannya walaupu hanya sebagaian kecilnya, semoga kita mampu dengan Izin dari Allah SWT . amiin.

 

 

Share:

Translate

RAPOT DIGITAL MADRASAH (RDM)

KALENDER MA NURUSSYAHID

Calendar Widget by CalendarLabs

NU ONLINE

NPSN MA NURUSSYAHID

WAWASAN KEISLAMAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

LOKASI MA NURUSSYAHID


Foto Kepala MA Nurussyahid Kertajati dengan Gus Sauqi Putra Abah KH. Ma'ruf Amin (Wakil Presiden RI)

KEPALA MA BERSAMA PARA PURNAWIRAWAN TNI PADA ACARA MUNAJAT RAJAB

SANTRI MA NURUSSYAHID KERTAJATI PADA ACARA MUNAJAT RAJAB 1440 H

KUNJUNGAN SULTAN SEPUH KE YAYASAN